Menjaga Pandangan, Menjaga Alam: Dimulai dari Mata dan Diri Kita Sendiri
Saya
percaya bahwa cinta pada alam tidak dimulai dari tempat yang jauh atau rumit.
Ia dimulai dari hal-hal yang sederhana—seperti membuang sampah pada tempatnya,
membawa botol minum sendiri, dan menanam pohon di pekarangan. Tapi siapa
sangka, upaya menjaga lingkungan juga bisa dimulai dari hal yang lebih pribadi
lagi: dari mata kita sendiri.
Namun belakangan ini, ada satu hal yang sering mengganggu pengalaman saya menikmati alam: mata saya mudah sekali terasa perih, lelah, dan kadang buram. Saya sempat mengira itu hanya karena cuaca, atau mungkin faktor usia. Tapi setelah mencari tahu lebih dalam, saya mulai memahami bahwa apa yang saya alami adalah gejala mata kering.
SePeLe yang Tidak Boleh Diabaikan
Gejala
mata kering memang terlihat sepele, karena itu banyak dari kita sering
mengabaikannya. Tapi ternyata, ada tanda-tanda khusus yang bisa menjadi
pengingat bahwa mata kita sedang butuh perhatian lebih. Gejala itu adalah SePeLe, yaitu:
- Sepet: Mata terasa berat, seperti ada
beban, sulit terbuka lebar saat bangun pagi atau beraktivitas di luar
ruangan.
- Perih: Muncul rasa menyengat, seperti ada benda
halus yang mengganggu, terutama saat berada di area berangin atau terkena
sinar matahari langsung.
- Lelah: Mata cepat lelah, bahkan ketika
tidak sedang menatap layar laptop atau ponsel terlalu lama. Pandangan
menjadi kabur atau sulit fokus.
Saya mengalami ketiganya, apalagi setelah lama berkegiatan di luar ruangan. Kadang setelah pulang dari jalan-jalan di taman, mata saya tidak nyaman selama berjam-jam. Mata sepet, perih, dan lelah itu benar-benar mengganggu, dan perlahan mengurangi kebahagiaan saya saat bersentuhan langsung dengan alam.
Dari Alam Saya Belajar Menyayangi Diri Sendiri
Saya
lalu merenung. Saya sudah berusaha menjaga lingkungan sekitar dengan
sungguh-sungguh. Saya meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai, memilah
sampah, dan mengajak tetangga untuk menanam lebih banyak pohon. Sayangnya, di
sisi lain, saya belum benar-benar menjaga “jendela” yang memungkinkan saya
melihat semua itu: mata saya sendiri.
Rasanya
tidak adil jika saya peduli pada alam, tapi abai pada kesehatan mata yang
menjadi penghubung utama antara saya dan dunia luar. Dari kesadaran itulah saya
mulai mencari solusi yang tepat, tidak hanya untuk mengurangi gejala, tapi juga
untuk menjaga kenyamanan saat menikmati alam.
Saya
akhirnya menemukan INSTO
DRY EYES, tetes mata yang membantu mengatasi keluhan mata kering secara
efektif. Kini, ke mana pun saya pergi—entah itu perjalanan mendaki, berkebun,
atau sekadar membersihkan halaman rumah—saya selalu membawanya. #InstoDryEyes
#MataKeringJanganSepelein, karena menjaga mata berarti juga menjaga cara saya
melihat dan mencintai alam ini.
Solusi Praktis untuk Mata yang Kering
Berikut
beberapa langkah yang saya lakukan agar pengalaman mencintai alam tetap
menyenangkan, tanpa gangguan dari gejala mata kering:
- Gunakan pelindung mata saat di luar
ruangan, seperti kacamata hitam atau topi lebar, agar sinar matahari dan
angin tidak langsung mengenai mata.
- Istirahatkan mata secara berkala, terutama
saat melakukan kegiatan yang butuh fokus tinggi seperti membaca atau
berkebun.
- Perbanyak konsumsi air putih, karena
dehidrasi juga bisa memperparah gejala mata kering.
- Hindari mengucek mata, karena justru bisa
menambah iritasi.
- Teteskan INSTO DRY EYES saat gejala muncul atau setelah aktivitas luar ruangan yang cukup lama. Saya merasa lebih nyaman dan penglihatan pun kembali jernih.
Menyayangi Alam Lewat Hal yang Kecil
Kadang
kita mengira cinta pada alam harus diwujudkan lewat aksi besar: ikut kampanye
lingkungan, menanam ratusan pohon, atau membuat komunitas hijau. Tapi
sebenarnya, memulai dari hal-hal kecil juga tak kalah penting. Menjaga tubuh
sendiri—termasuk menjaga kesehatan mata—adalah salah satu bentuk nyata
kepedulian kita.
Dengan
INSTO DRY EYES, saya bisa menikmati hijaunya pepohonan, birunya langit, dan
cerahnya bunga-bunga liar tanpa gangguan. Saya tak lagi merasa perih atau lelah
saat memandang hamparan sawah di pagi hari. Karena mata kering jangan
disepelein—tetesin insto dry eyes, dan teruskan langkah-langkah kecil yang
bermakna itu.
Karena
saat kita menjaga mata, kita juga sedang menjaga cara kita melihat dunia. Dan
dunia ini, sebagaimana kita tahu, begitu indah untuk diabaikan.


Comments
Post a Comment